皇雄痔
2019-05-23 11:21:01
2017年1月7日下午1:14发布
2017年1月7日下午1:16更新

PENEMBAKAN。 Otoritas berwenang mengamankan di bagian luar Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood usai terjadi penembakan pada Jumat,6 Januari。 Foto oleh Joe Raedle / Getty Images /法新社

PENEMBAKAN。 Otoritas berwenang mengamankan di bagian luar Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood usai terjadi penembakan pada Jumat,6 Januari。 Foto oleh Joe Raedle / Getty Images /法新社

雅加达,印度尼西亚 - Penembakan secara membabi buta kembali terjadi di Amerika Serikat。 Peristiwa ini bergulir dua pekan jelang pelantikan presiden terpilih Donald J. Trump di Gedung Putih。

Penembakan terjadi pada Jumat,6 Januari sekitar pukul 13:00 waktu setempat di saat gedung terminal sedang penuh dengan penumpang。 Bagaimana peristiwa itu terjadi dan siapa pelakunya? Berikut Rappler rangkum informasinya untuk kamu:

1. Kronologi kejadian
Penembakan terjadi di gedung Terminal 2 Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood di Florida,tepatnya di area klaim bagasi。 Petugas polisi dari布劳沃德县,警长斯科特以色列mengatakan pelaku diketahui memang membawa senjata dan telah menyampaikan itu kepada petugas。

Ada kemungkinan dia pergi ke toilet lalu mengambil senjata yang disembunyikan di dalam tasnya。 Tembakan kemudian dilepaskan secara membabi buta kepada penumpang。

“Ini merupakan perbuatan yang pengecut dan kejam,”ujar Israel kepada media pada Jumat malam waktu setempat。

Para penumpang kemudian langsung lari berhamburan menjauhi sumber suara tembakan。 Bahkan,ada yang kembali ke arah pesawat tengah terparkir。

Pasca kejadian Badan Penerbangan Federal(FAA)Amerika Serikat mengalihkan agar pesawat lainnya untuk sementara waktu tidak mendarat di Fort Lauderdale-Hollywood。 Bandara baru dioperasikan kembali sekitar pukul 19:00 waktu setempat。

2. Tewaskan 5 orang
Dalam insiden itu pelaku melukai 13 orang。 Sebanyak 5 orang di antara mereka akhirnya tewas akibat luka tembak yang diderita。 Sementara,lebih dari 30 orang diketahui menderita luka lainnya dalam kekisruhan akibat penembakan。

Belum diketahui apakah ada korban yang berasal dari Indonesia。 Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri,Lalu Muhammad Iqbal mengatakan masih mengecek mengenai data tersebut。

3. Identitas pelaku sudah diketahui
Berdasarkan laporan dari otoritas keamanan setempat,pelaku diketahui bernama Esteban Santiago。 Pria berusia 26 tahun dilaporkan tinggal di Alaska。

Berdasarkan laporan ,Santiago pernah bergabung dengan National Guard di Puerto Rico pada tahun 2007. Pada April 2010,dia berangkat ke Irak selama 10 bulan。

Juru bicara untuk阿拉斯加军队国民警卫队mengatakan圣地亚哥pernah bergabung di militer terlebih dulu sebelum ikut国民警卫队pada 2014年11月.Namun,dia dibebas tugaskan pada Agustus 2016 karena dianggap kinerjanya tidak memuaskan。

Esteban sempat menerima perawatan di bidang psikis karena mengaku pernah mendengar suara-suara di kepalanya,termasuk perintah agar dia bergabung dengan kelompok militan Islam Irak dan Suriah(ISIS)。 Dia kemudian secara sukarela ikut evaluasi pemeriksaan mental di sebuah rumah sakit。

Usai tak lagi bertugas di National Guard,Esteban bekerja untuk sebuah perusahaan keamanan di Anchorage。 Pelaku berhasil ditangkap dan tidak dilukai。

4. Izinkan membawa senjata
Negara bagian Florida diketahui termasuk salah satu negara bagian yang mengizinkan warganya untuk memiliki senjata。 Tetapi,aturannya cukup ketat。 ,namun harus disembunyikan( 隐藏的武器 )。 Yang dirujuk sebagai 隐藏武器 yakni senjat atangan,senjata atau alat elektronik,senjata gas air mata,dan pisau。

Walaupun tersembunyi,jika diperiksa oleh otoritas yang berwenang,maka si pemegang senjata harus menunjukkan license atas kepemilikan senjata tersebut。 Hingga saat ini,polisi belum menentukan apa motif Esteban melepaskan tembakan membabi buta di bandara。

Namun,mereka mengatakan belum menghapus kemungkinan apa pun,termasuk adanya motif serangan teror。 - Rappler.com