国赆瑞
2019-05-23 02:19:01
2017年1月9日下午2:32发布
2017年1月9日下午2:32更新

希拉里克林顿。 Kandidat Presiden dari Partai Demokrat,Hillary Clinton melambaikan tangannya kepada publik ketika akan masuk ke dalam pesawatnya。 Foto oleh Robyn Beck /法新社图片

希拉里克林顿。 Kandidat Presiden dari Partai Demokrat,Hillary Clinton melambaikan tangannya kepada publik ketika akan masuk ke dalam pesawatnya。 Foto oleh Robyn Beck /法新社图片

雅加达,印度尼西亚 - Mantan kandidat Presiden dari Partai Demokrat,Hillary Clinton memang sudah menyatakan diri kalah dari Donald J. Trump saat pemilu tanggal 2016年11月8日.Tetapi,apakah dia berpikir untuk kembali maju dalam pemilu 4 tahun mendatang? (BACA: )

Namun,jawaban dari orang kepercayaannya menyatakan Clinton tidak akan maju lagi dalam pemilu selanjutnya。

“Saya pikir dia akan mencari cara untuk fokus membantu anak-anak dan keluarga,”ujar Presiden Pusat Progres Warga Amerika,sebuah lembaga think-tank dari Partai Demokrat,Neera Tanden。

Dia juga mengatakan bahwa mantan Ibu Negara itu tengah fokus ke dirinya sendiri dan beberapa isu yang berpengaruh kepada keluarganya dalam dua tahun ke depan。

“Tapi,saya tidak berharap dia akan kembali mencalonkan diri lagi,”Tanden menambahkan。

Pernyataan ini sekaligus menjawab artikel yang diterbitkan harian New York Times yang berspekulasi apakah Clinton akan maju kembali dalam pemilu dan berhadapan dengan Wali Kota New York,Bill de Blasio。 Blasio sendiri diketahui pernah menjadi ketua kampanyenya。

“Saya tidak berharap dia akan kembali maju untuk pemilu dan saya tidak berharap dalam kegiatan lainnya,”kata Tanden tanpa menye but secara detail rencana perempuan berusia 69 tahun itu。

Walaupun tidak lagi maju dalam pemilu selanjutnya,Clinton belum sepenuhnya menarik diri dari pusat perhatian publik。 Sejauh ini sudah ada 2 acara publik yang diikuti。 Clinton juga sempat menulis beberapa cuitan ke publik。

Bahkan,pada hari Selasa esok dia dijadwalkan menghadiri acara di Departemen Luar Negeri untuk peresmian sebuah balai pameran dengan menggunakan namanya。 Kantor Clinton juga memastikan perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri itu akan menghadiri pelantikan Trump pada tanggal 20 Januari bersama suaminya,mantan Presiden Bill Clinton。 - dengan laporan AFP / Rappler.com